Cek Tulisan AI English

Cek Tulisan AI

Tempel teks apa pun untuk melihat seberapa mirip tulisan AI, lengkap dengan penandaan kalimat dan frasa yang menaikkan skornya. Tanpa batas, tanpa daftar, dan teksmu tidak keluar dari browser.

0 karakterMinimal 200 karakter · teksmu tidak dikirim ke mana pun
Coba contoh dulu

Langkah berikutnya

Apa yang diperiksa Cek Tulisan AI

Tempelkan sebuah tulisan dan kamu langsung dapat skor 0 sampai 100 untuk seberapa mirip tulisan itu dengan tulisan AI, dengan kalimat dan frasa yang menaikkan skor ditandai pada teksmu sendiri. Tidak perlu mendaftar dan tidak ada batasan berapa kali kamu memakainya. Semua dihitung di tab browser yang sedang kamu buka, jadi kamu bisa mengecek surat lamaran kerja, tugas kuliah, atau dokumen kantor tanpa isinya keluar dari perangkatmu.

Analisis lengkapnya berlaku untuk bahasa Inggris, Korea, Jepang, dan Jerman: bahasanya dideteksi sendiri dari aksara dan kata-kata umum di teks, dan tiap bahasa punya daftar frasa serta ambang batasnya sendiri. Kalau kamu menempel teks bahasa Indonesia, variasi panjang kalimat, pengulangan kata pembuka, kekayaan kosakata, tanda baca, dan daftar berpoin tetap diukur sama; hanya daftar frasa klise otomatisnya yang belum tersedia untuk bahasa Indonesia.

Enam sinyalnya

Cara memakainya

  1. Tempel teksmu ke dalam kotak. Perlu minimal 200 karakter dan 3 kalimat, karena variasi panjang dan pengulangan tidak bisa diukur dari teks yang lebih pendek.
  2. Tekan Cek teks. Skor dan batang untuk tiap sinyal langsung muncul.
  3. Pada bagian "Apa yang menaikkan skor", perhatikan frasa yang ditandai dan kalimat yang diberi garis bawah bergelombang. Arahkan kursor ke kalimat bergaris bawah untuk melihat alasannya ditandai.
  4. Perbaiki memakai saran di "Cara menulis ulangnya", lalu cek lagi untuk melihat seberapa jauh skornya bergerak.

Membaca skor

Di bawah 35 berarti sedikit pola menyerupai mesin, 35 sampai 64 berarti ada beberapa, dan 65 ke atas berarti banyak. Angka ini dihitung dari permukaan teks saja, jadi tulisan formal seperti laporan kerja dan karya ilmiah bisa mendapat skor tinggi padahal ditulis manusia, sementara teks AI yang disunting menjadi gaya santai justru dapat skor rendah. Paling pas dipakai untuk menemukan bagian kaku dari tulisanmu sendiri lalu memperbaikinya, kurang pas untuk memutuskan siapa penulis sebuah teks.

Kenapa skor AI bukan bukti

Tidak ada yang bisa memastikan siapa penulis sebuah teks hanya dari teksnya, termasuk perusahaan-perusahaan pembuat modelnya. Ketika OpenAI merilis pengklasifikasi buatannya sendiri pada Januari 2023, mereka melaporkan alat itu hanya menangkap 26% teks tulisan AI dan salah menandai 9% tulisan manusia sebagai AI; alat itu ditarik pada 20 Juli 2023 "karena tingkat ketepatannya rendah". Pengujian terhadap 14 alat deteksi pada 2023 oleh Weber-Wulff dkk. menyimpulkan bahwa alat-alat itu "tidak akurat dan tidak andal".

Yang paling terdampak adalah penulis bahasa kedua, dan ini langsung menyangkut kamu yang mengerjakan tugas dalam bahasa Inggris dari Indonesia, misalnya untuk kelas bilingual, beasiswa, atau jurnal internasional. Peneliti Stanford mengujikan 91 esai TOEFL ke tujuh detektor: rata-rata 61,22% salah ditandai sebagai tulisan buatan AI, dan 89 dari 91 esai ditandai oleh sedikitnya satu detektor (Liang dkk., 2023). Turnitin, detektor yang paling sering dijumpai di kampus, menyatakan (2026) tidak menampilkan persentase untuk skor di bawah 20% karena di rentang itu positif palsu lebih mungkin terjadi, membutuhkan sedikitnya 300 kata, dan bisa salah membaca teks manusia "tanpa banyak variasi struktur" atau yang berulang-ulang. Skor di halaman ini punya keterbatasan yang sama, jadi jangan gunakan sebagai bukti untuk menuduh siapa pun.

Saran menulis ulang yang jalan

Mulailah dengan menghapus frasa klise yang ditandai. Sebagian besar kalimat tetap hidup tanpa "moreover", "additionally", atau "in conclusion". Selanjutnya, di tempat beberapa kalimat berurutan dibuka dengan cara sama, ganti subjek salah satunya. Terakhir, tukarkan frasa kabur seperti "a wide range of options" dengan angka sungguhan, nama, atau hal yang kamu lihat sendiri. Tulisan jadi lebih enak dibaca apa pun yang terjadi pada skornya.

Kapan alat ini berguna

Perlu diketahui

Teks yang lebih panjang memberi hasil lebih stabil. Dengan 200 karakter saja, mengubah satu kalimat bisa menggeser skor cukup jauh, jadi tempelkan tiga atau empat paragraf kalau memungkinkan. Keluarkan tabel, kode, dan judul, tempelkan isi teksnya saja. Tombol contoh memperlihatkan bagaimana tulisan manusia dan tulisan AI berbeda pada tiap sinyal.

Sumber (dicek 10 Oktober 2026): OpenAI, New AI classifier for indicating AI-written text (2023) · Liang et al., GPT detectors are biased against non-native English writers (2023) · Weber-Wulff et al., Testing of Detection Tools for AI-Generated Text (2023) · Kobak et al., Delving into LLM-assisted writing in biomedical publications through excess vocabulary (2025) · Turnitin, AI writing detection capabilities FAQ (2026)

Pertanyaan umum

Apakah teks yang kamu tempel dikirim ke server?

Tidak. Semua perhitungan terjadi di browser kamu dan teks tidak dikirim ke mana pun.

Bagaimana skor dihitung?

Enam sinyal masing-masing dinilai 0 sampai 100 lalu digabung sebagai rata-rata berbobot: variasi panjang kalimat, pembuka dan akhiran yang berulang, frasa klise, daftar, keragaman kosakata, dan tanda baca. Ini perkiraan berdasarkan pola tulisan.

Berapa panjang teks minimalnya?

Sedikitnya 200 karakter dan 3 kalimat. Teks yang lebih panjang memberi hasil lebih stabil.

Apakah bisa dipakai untuk teks bahasa Indonesia?

Bisa untuk mengukur ritme dan kebiasaan menulis. Daftar frasa klise otomatis baru tersedia untuk bahasa Inggris, Jerman, Korea, dan Jepang; untuk teks bahasa Indonesia, variasi panjang kalimat, pengulangan kata pembuka, kosakata, tanda baca, dan daftar berpoin tetap diukur. Perlu diingat, ragam ilmiah bahasa Indonesia yang banyak memakai kalimat pasif memang cenderung terbaca formal, jadi skor tinggi belum berarti tulisanmu dibuat AI.

Apakah kampus di Indonesia memakai detektor AI?

Untuk plagiarisme, sudah lazim: pengecekan Turnitin menjelang sidang skripsi dan pada jurnal terakreditasi SINTA menjadi rutinitas di banyak kampus, dan Turnitin juga menyediakan indikator tulisan AI. Indikator itu punya batas: Turnitin sendiri menyatakan tidak menampilkan persentase di bawah 20% dan membutuhkan sedikitnya 300 kata, karena positif palsu lebih mungkin di rentang itu. Pakailah skor dari alat apa pun sebagai bahan evaluasi diri, bukan sebagai tuduhan.

Cocok dipakai untuk makalah, skripsi, atau tugas kuliah?

Cocok sebagai cermin tulisanmu sendiri. Tempel drafnya, lihat sinyal mana yang tinggi (pembuka berulang, frasa klise, ritme datar), lalu perbaiki bagian itu saja. Yang tidak boleh adalah memakai skor untuk menuduh orang lain: detektor komersial pun tidak cukup andal untuk itu.

Apakah skor bisa dipakai sebagai bukti tulisan dibuat AI?

Tidak. OpenAI mengaku pengklasifikasi buatannya hanya menangkap 26% teks AI dan salah menandai 9% tulisan manusia, lalu menariknya pada Juli 2023. Dalam riset Stanford (Liang dkk., 2023), tujuh detektor rata-rata salah menandai 61,22% esai TOEFL yang ditulis penutur non-asli sebagai buatan AI. Skor di sini adalah perkiraan dari pola tulisan, dengan batas yang sama.